APAKAH NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU A’ALAIHI WA SALLAM HIDUP DI ALAM KUBUR DAN MENDENGAR SALAM SERTA PANGGILAN ORANG YANG MENZIARAHINYA ?

Pengantar Redaksi
Lembaga Fatwa Kerajaan Saudi Arabia "Lajnah Da'imah", memberikan jawaban dalam fatwanya no. 4383 [1], ketika di tanya tentang beberapa hal berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di alam barzakh, sebagaimana tertuang dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dâwud rahimahullah. Arti hadits tersebut ialah: Tidak ada seorangpun yang memberi salam kepadaku, kecuali Allâh Azza wa Jalla mengembalikan rohku kepadaku, sehingga aku membalas salamnya. 
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban Lajnah Da'imah yang kala itu diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Bâz rahimahullah, Wakil Ketua: Syaikh Abdur Razaq Afifi rahimahullah dan anggota : Syaikh Abdullah bin Ghudayyan. Diangkat dengan terjemah bebas.


Oleh
Ustadz Muslim Al-Atsari

Dalam kehidupan ini, terkadang manusia mengalami ketidaksabaran dan kemarahan. Terutama pada saat seseorang merasa ada gangguan yang menimpanya. Atau ketika ingin membalas gangguan yang telah menimpanya. Baik berkaitan dengan hati, badan, harta, kehormatan, atau lainnya.
Dan kemarahan itu sering menimbulkan perkara-perkara negatif, berupa perkataan maupun perbuatan yang haram.

Tetapi sesungguhnya tidaklah semua kemarahan itu tercela, bahkan ada yang terpuji.


Oleh
Ummu Ihsan Choiriyah

Di tengah masyarakat sekarang ini, masih sering kita saksikan perbuatan salah yang dianggap lumrah. Atau perbuatan berbahaya yang dianggap biasa. Hal ini wajar, karena masih sangat sedikit dari mayoritas kaum muslimin orang yang benar-benar memahami tuntunan syari'at. Sedikit juga orang yang berkemauan keras untuk belajar dan mendalami agamanya. 

Diantara kebiasaan yang kerap kita saksikan, yaitu seseorang memasuki rumah orang lain tanpa meminta izin si empunya rumah. Atau kita dapati seseorang mengintip ke dalam rumah orang lain karena si empunya tak menjawab salamnya.